Hari ketiga (Barricade Goes To Bali)

Sabtu, 24 Desember 2011

“eternal flame” berdering pelan dari alarm yang sudah di atur. Menandakan bahwa sekarang sudah waktunya untuk bangun. Saya segera bangkit dari tempat tidur dan menyadari bahwa teman sekamar saya belum ada yang bangun kecuali Ajeng. Karena kita akan berangkat jam 9, belum lagi sarapan, makanya saya langsung mandi dan membangunkan yang lainnya. Yah, membutuhkan waktu lama untuk membangunkan Luffie dan Firdha. Firdha segera mandi dan luffie menyusul. Abis itu kita semua sarapan dan pergi. Tempat pertama yang akan kita kunjungi yaitu “Tanah Lot”. Perjalanan cukup jauh sehingga pas nyampe semangat kita turun karena kecapean. Tapi tidak berlangsung lama, karena semangat itu muncul lagi ketika kita sudah masuk ke dalam dan melihat betapa indahnya tempat ini. Meskipun cuacanya sangat panas, tetap saja kita mau foto-foto disitu. Karena tujuan kita kesitu yah itu, lihat pemandangan trus foto. Cukup lama kita berada disitu, ditambah lagi kita jajan di area jalan. Merasa cukup dengan waktu istirahat, kita melanjutkan perjalanan menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK). Disana kita melewati bagian tangan Dewa Wisnu, mendatangi dan berfoto di depan bagian kepala Garuda, dan bagian kepala dan badan Dewa Wisnu. Katanya bagian-bagian patung ini apabila disatukan tingginya akan melebihi tinggi patung Liberty. Benar gak tuh? Kita lihat aja nanti kalau patungnya udah selesai dibuat semua. Sebelum kita melanjutkan ke tempat berikutnya,kita mampir makan siang dulu dan sholat. Selesai makan dan sholat, kita menuju (kalau menurut saya) tempat yang paling pas untuk melepaskan beban dan menghilangkan stress yaitu “Dreamland”. Pantai terindah dengan pasirnya yang halus dan berkilau karena pancaran sinar matahari. Pantainya yang biru senada dengan birunya langit yang bersahabat.Kita berlari,melompat,tertawa,cekikikan,terjatuh,basah,berteriak, lempar batu,bangun,mengejar ombak,dikejar ombak,terjatuh lagi,bangun, sampai kita bosan. Tapi sepertinya kita tidak akan bosan. Rasa-rasanya kita mau disini saja sampai kita UN. Kita berfoto memamerkan keindahan dreamland pada kamera,melompat, dan “cekrik” kita difoto. Berulang-ulang kali kita melompat dan “cekrik”. Melihat hasilnya yang gagal kita tertawa dan melompat lagi sampai mendapat hasil yang “sempurna”. Anak-anak cowok yang senang dengan ombak,berlari menuju ombak yang semakin besar, ada yang mengubur salah satu teman di dalam pasir dan berkreasi dengan bentuk orangnya, ada yang hanya duduk dibawah payung dan ikut tertawa melihat kita tertawa, ada yang duduk di atas batu berlumut sampai puas, semua terlihat bahagia. Tapi pasti ada perpisahan apabila ada pertemuan. Kita meninggalkan dreamland dengan hati sedih. Padahal beberapa menit yang lalu kita senang berada disini,sekarang kita harus meninggalkan tempat ini dengan bekas tanda bahagia. Sungguh tempat yang istimewa.To be continuence,,,

0 comments:

Posting Komentar

Blog contents © An Eternal Flame 2010. Blogger Theme by Nymphont.