curhat dalam mimpi

Rabu, 04 April 2012

waktu itu saya masuk ke dalam sebuah mimpi. tapi waktu itu anak yang di dalam mimpi itu sepertinya adalah saya kecil. Milan kecil. umurnya sekitar 12 tahunan.
waktu itu Milan kecil lagi berbicara sama seorang gadis yang umurnya lebih tua 3 tahun. dandanannya sederhana saja. rambutnya hitam, matanya hitam kecoklatan dan kulitnya kuning langsat. waktu itu kalau gak salah ingat, gadis itu bercerita tentang dirinya kepada Milan kecil. kira-kira seperti ini ceritanya:
kamu tahu rasanya berpura-pura? berpura-pura tersenyum dan selalu terlihat bahagia? berpura-pura menganggap hal yang pahit itu adalah manis? kamu tau rasanya disalahin padahal pada kenyataannya kamu gak salah apa-apa? kamu tahu rasanya gak dianggap padahal kamu sudah berusaha untuk berbuat baik? rasanya di marahin karena berbuat kesalahan padahal bukan kamu yang ngelakuin kesalahan itu? dan semua orang memilih memihak kepada orang lain hanya karena kedudukan, jabatan dan kesuksesannya? bagaimana rasanya kalau kamu lagi berbicara dengan seseorang, tiba-tiba orang lain mencoba memotong pembicaraanmu dengan mencari perhatian? berbicara yang tidak penting?
bagaimana rasanya ketika orang lain berbuat kesalahan yang sama dengan yang kamu lakuin, dan orang menanggapinya beda? di anggap masalah besar jika kamu yang ngelakuin tapi tidak masalah jika yang berkedudukan yang melakukannya?
bagaimana juga rasanya ingin menangis tapi kamu berusaha untuk tegar?
astagfirullah,,,sakittttt. sakit skali rasanya. sakit ya Allah. aku gak tahan lagi.
cerita gadis itu.
gadis itu tiba-tiba menangis. kencang. kencaaaang sekali. dia berteriak. aaaaaaaaaaaaaaa. lama. Milan kecil ikut menangis. melihat diri sendiri menangis. saya ikut menangis. tanpa suara, takut terdengar oleh mereka. tapi sia-sia saja menangis tanpa suara. mereka sadar kehadiran saya.
saya terkaget dan terbangun dari tidur. dan mendapati mata saya basah dengan air mata, karena rasanya asin.
astagahhh, curahan hati seseorang yang saya juga gak tau siapa namanya dan dari mana asalnya kepada saya lewat mimpi. sesakit itukah yang dia rasakan? sejahat itukah orang-orang disekitarnya karena dia sudah gak tau mau cerita sama siapa lagi.
terima kasih sudah mau curhat sama Milan kecil lewat mimpi Milan sekarang.
Mungkin karena saya juga tahu rasanya makanya gadis itu datang dalam mimpi saya. Bisa saja.

0 comments:

Posting Komentar

Blog contents © An Eternal Flame 2010. Blogger Theme by Nymphont.