Semua Karena Sibuk (SKS)
Rabu, 05 Juni 2013
Sangat berasa sudah 1 tahun beberapa hari blog ini sudah tidak pernah terjamak olehku. kalau blog ini diibaratkan rumah atau bidang apapun itu, mungkin sudah dipenuhi kecoak, laba-laba, tikus, nyamuk, dan hewan hewan menyeramkan lainnya yang berbahagia dan berkumpul bahkan berpesta didalamnya. mungkin karena kegiatanku yang mulai padat. untuk tidur saja aku harus mencuri-curi waktu di sela-sela waktu menggambarku. memang ku akui, kuliah di Arsitektur tidak mudah seperti yang aku bayangkan dahulu. dulu ku pikir, kuliah Arsitektur hanya perlu menggambar, menggambar dan menggambar. ternyata tidak. Tidak cukup hanya menggambar denah, tampak, potongan, dan detail arsitektur, kita juga harus menghitung beban strukturnya, ku pikir itu adalah tugas sipil, namun kita juga tetap diajarkan agar tidak salah dan di bohongin apalagi sampai di bodoh-bodohi. yang juga hampir membuatku frustasi depresi yaitu tagihan gambar yang harus terus menerus di asistensiin dan di ganti baru lagi, deadline tagihan yang begitu mepet, kemudian di tambah dengan menghafal berbagai macam teori- teori. di tambah lagi berorganisasi. bagaimana aku membagi waktu adalah hal yang membuatku pusing. tapi itu adalah resiko yang bukan cuma aku saja yang merasakan. teman- temanku dan mahasiswa arsitektur lainnya merasakan itu. bahkan ada yang pada semester 1 sudah terseleksi alam. maksudnya mundur dan memalingkan pilihan awalnya. beberapa temanku yang sekarang masih bertahan, pernah mengalami masa dimana punya pikiran untuk mundur saja. namun kemudian pemikiran itu kami tiup jauh- jauh dan mulai bersemangat lagi. aku jadi ingat dengan perkataan salah satu dosen pengampuku, beliau pernah bilang kalau kita tidak benar-benar serius dan berniat kuliah di arsitektur, lebih baik mundur dari awal daripada membuang waktu lembur kita dan akhirnya menyesalinya. saat itu aku benar-benar gelisah dan ketakutan. tiba-tiba aku mulai bertanya pada diriku "apakah aku benar-benar serius dengan jalanku?" aku tidak bisa menjawabnya karena pikiranku terlalu di tekan dengan pertanyaan itu. akhirnya kutekadkan diriku, aku telah memilih jalanku,aku harus melewatinya untuk sampai tujuan, hanya perlu mengikuti jalannya kemudian aku akan menemukan tujuanku. tidak semudah yang dibayangkan, jalan yang akan kulewati tidak semulus jalan tol. jalan yang kupilih terjal dan berombak. terkadang ada jalan yang berlubang, itu karena aku merasa kesakitan. makanya aku tidak boleh kesakitan agar jalanku cukup terjal dan berombak saja. kemudian semoga aku dan teman-teman seperjuanganku akan menemukan titik capai tujuan kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar