Suasana Ramadhan di Gorontalo
Rabu, 10 Juli 2013
MARHABAN YA RAMADHAN. Subahanallah.
Alhamdulillah, kita semua masih bisa bertemu dan berjumpa lagi dengan bulan yang paling mulia, bulan ramadhan. benar-benar bahagia meskipun pada awal-awal minggu puasa tidak bersama dengan keluarga. Lagi.
jadi ingat puasa 4 tahun yang lalu, puasa tanpa keluarga. benar-benar tanpa papa, mama, kakak-kakak dan seluruh keluarga besar di Gorontalo. waktu itu masih kelas 1 SMA. karena masih di awal merantau, makanya tidak pulang. nginap di tempat sodara jauh. Asing dan kaku. suasana ramadhan tidak terasa seperti biasanya. mulai dari bangun sahur. biasanya di masjid, pada jam 2 pagi, terdengar suara orang berbicara dengan bahasa Gorontalo, berusaha untuk membangunkan setiap keluarga untuk menyiapkan sahur. kemudian pada jam 3 suara itu kembali terdengar, membangunkan segenap keluarga untuk bangun dan sahur.
menu sahur juga sangat berbeda. menu sahur rumah benar benar mencerminkan dan menyebarkan suasana hangatnya bulan ramadhan. makanan pokok dan susu hangat adalah andalan menu sahur. kemudian di tambah dengan makanan kecil untuk ngemil saat nonton acara tivi pada waktu sahur. biasanya setiap masjid selalu memutar pembacaan surat-surat pendek yang benar benar membawa pikiran tenang. dan tiba saatnya imsak, serempak terdengar suara ayam surga berkokok tanda waktu kita untuk berpuasa sudah dimulai. subhanallah, benar-benar kangen masa-masa sahur di kampung halaman.
kemudian, sudah waktunya untuk sholat subuh. saat menunggu waktu untuk sholat, biasanya remaja masjid selalu bertasbih dan berdzikir. memang selama ini tidak pernah terdengar nada yang sama di (bogor maupun semarang)dengan yang nada dibawakan oleh remaja masjid di Gorontalo. benar-benar membuatku kangen dengan suasana ramadhan di rumah.
tidak hanya sampai disitu, setelah melaksanakan sholat shubuh, remaja maupun orang dewasa di Huangobotu dan sekitarnya (di lingkungan rumahku) selalu jalan-jalan pagi menuju ke sebuah tempat. memang bukanlah suatu tempat yang benar-benar indah. namun tempat itu adalah tempat dimana kita saling bertemu dengan teman lama dan saling bersilaturahmi. tempat itu hanyalah sebuah jembatan yang lumayan besar, entah darimana nama jembatannya pun sangatlah unik "jembatan jodoh". Mungkin sudah dari dulu kebiasaan jalan pagi ini sudah ada dan beberapa orang diantaranya bertemu dengan jodohnya disana, dan kemudian orang-orang yang sedang mencari jodohpun datang dan berkunjung ke tempat itu. haha itu hanya anggapanku saja.
saat-saat menunggu datanya waktu berbuka, biasanya kami selalu menyempatkan diri untuk membersihkan rumah. karena salah satu fungsi ramadhan untuk hampir semua keluarga di Gorontalo yaitu merenovasi dan membersihkan rumah dan lingkungannya. mengepel, mengubah layout ruang, mengganti warna cat rumah, memangkas bunga dan sebagainya. rasanya bulan ramadhan akan terasa kurang kalau pekerjaan rutin itu tidak dilaksanakan. tidak bermalas-malasan dirumah juga adalah keuntungan dari pekerjaan ini.
waaahhh rasanya banyak sekali yang ingin diceritakan, namun sayang cerita tentang Ramadhan di Gorontalo tiada habisnya jika di ceritakan disini. muali dari awal bulan ramadhan hingga lebaran tiba, Gorontalo punya banyak sekali kebiasaan yang Unik dan indah. mungkin dilain waktu aku bisa bercerita lagi. sekarang aku harus pergi dulu, karena sudah waktunya berbuka puasa. Selamat berbuka puasa buat semuanya. semoga amal ibdah kita di terima oleh Allah SWT. Aaamin :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar